Tim PkM Universitas Semarang Gelar Pelatihan Optimalisasi CapCut bagi Guru SMK Yayasan Pharmasi Semarang

InShot_20260523_143921783
Bagikan:

SEMARANG, Harianterkini.id) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) menggelar Pelatihan Optimalisasi CapCut sebagai Media Pembelajaran Interaktif bagi guru di SMK Yayasan Pharmasi Semarang, pada 12 Mei 2026 pukul 08.00–10.00 WIB.

Kegiatan berlangsung di Laboratorium Komputer Lantai III SMK Yayasan Pharmasi Semarang.

Tim PkM USM terdiri atas Ketua Agus Edy Laksono, serta anggota Rr. B. Natalia Sari Pujiastuti, Suhariyanto, dan Viro Dharma Saputra. Masing-masing pemateri membawakan materi sesuai bidang keahlian, khususnya dalam komunikasi digital dan pengelolaan media sosial.

Ketua tim, Agus Edy Laksono, mengatakan pelatihan tersebut merupakan respons terhadap perkembangan teknologi digital di dunia pendidikan yang menuntut guru lebih adaptif dalam menciptakan media pembelajaran yang kreatif dan interaktif.

Baca Juga:  Pemerintah Kota Semarang Perketat Pengawasan Kendaraan Berat di Koridor Prof Hamka, 50 Truk Diputar Balik Setiap Hari

“Keberadaan media pembelajaran berbasis digital kini menjadi kebutuhan penting untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif dan menarik,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kemampuan guru dalam memproduksi konten digital sebagai media pembelajaran.

Menurutnya, peserta didik saat ini hidup di tengah arus informasi digital sehingga guru perlu menyesuaikan strategi pembelajaran dengan media yang dekat dengan keseharian siswa.

“Video pembelajaran dapat menjadi sarana penyampaian materi yang lebih menarik, fleksibel, dan mudah dipahami,” tambahnya.

Sementara itu, Rr. B. Natalia Sari Pujiastuti atau yang akrab disapa Naneth, menjelaskan materi mengenai pengertian konten digital, jenis-jenis konten, serta karakteristik konten yang disukai oleh anak-anak dan remaja.

Pada sesi berikutnya, Suhariyanto memaparkan proses pembuatan konten sekaligus strategi optimalisasi konten melalui media sosial.

Ia menilai media sosial dapat dimanfaatkan guru sebagai sarana edukasi sekaligus publikasi karya pembelajaran.

Baca Juga:  Oak Tree Emerald Hotel & Conventions Semarang Perkenalkan Paket Wedding 2026 lewat "Marvelous Dinner"

“Guru saat ini tidak hanya berperan sebagai pengajar di kelas, tetapi juga dapat menjadi kreator edukasi digital yang mampu menyebarkan konten positif kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Adapun Viro Dharma Saputra menyoroti pentingnya daya tarik komunikasi serta penggunaan bahasa yang baik di media sosial.

Ia menekankan bahwa pemilihan bahasa, visual, dan cara penyampaian pesan sangat berpengaruh terhadap efektivitas konten pembelajaran.

“Guru juga perlu memahami etika bermedia sosial agar konten yang dibuat tetap edukatif dan bertanggung jawab,” katanya.

Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung penggunaan aplikasi CapCut untuk pembuatan video pembelajaran sederhana.

Para peserta terlihat aktif mencoba berbagai fitur, mulai dari pengeditan video, penambahan teks, audio, hingga transisi visual.

Baca Juga:  Program Makanan Bergizi Gratis Hadir untuk Tingkatkan Kualitas Gizi Masyarakat

Sebanyak 30 guru dari berbagai mata pelajaran mengikuti pelatihan tersebut dengan antusias. Kegiatan berlangsung secara interaktif karena peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan video pembelajaran.

Antusiasme peserta tampak sejak awal kegiatan, terutama pada sesi praktik pengeditan video dan diskusi mengenai strategi menciptakan konten pembelajaran yang menarik bagi siswa.

Kepala SMK Yayasan Pharmasi Semarang, Rahayu Wahananingtyas, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menilai kerja sama dengan Universitas Semarang telah memberikan banyak manfaat bagi peningkatan kompetensi guru dan siswa.

“Kami sangat terbuka untuk bekerja sama dengan Universitas Semarang karena selama ini sudah beberapa kali memberikan pelatihan yang bermanfaat bagi guru maupun siswa di sekolah kami. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya.***(bgy)