BEM USM Perkuat Sinergi Mahasiswa Lewat Studi Banding Bersama Tujuh BEM Semarang Raya
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Semarang (BEM USM) melakukan studi banding bersama tujuh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi di wilayah Semarang Raya di kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, belum lama ini.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Gen-Z Leadership: Kolaborasi, Inovasi, dan Adaptasi dalam Organisasi” sebagai upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan mahasiswa sekaligus membangun sinergi antarlembaga kemahasiswaan.
Tujuh BEM yang terlibat dalam kegiatan itu berasal dari Universitas Dian Nuswantoro, Universitas PGRI Semarang, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Institut Teknologi Statistika dan Bisnis, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, serta STIE Pelita Nusantara Semarang.
Delegasi BEM USM dipimpin oleh Ketua BEM USM, Rifqi Aswin, bersama sejumlah menteri kabinet BEM USM.
Menurut Rifqi, kegiatan studi banding tersebut menjadi langkah awal untuk mempererat hubungan dan kerja sama antarmahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta di Kota Semarang.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun komitmen bersama dalam menciptakan generasi pemimpin muda yang adaptif, progresif, dan mampu menghadapi dinamika organisasi di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Generasi Z yang tumbuh di era digital dituntut memiliki kemampuan kepemimpinan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga mampu membangun kolaborasi dan beradaptasi terhadap berbagai perubahan sosial maupun teknologi.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta memperluas wawasan mengenai pentingnya kepemimpinan yang inklusif, komunikatif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah.
Selain menjadi forum pengembangan kapasitas kepemimpinan, studi banding itu juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antarmahasiswa lintas perguruan tinggi guna menciptakan sinergi organisasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Rifqi menambahkan, tema yang diangkat mencerminkan tiga nilai utama yang dibutuhkan dalam kepemimpinan organisasi masa kini, yakni kolaborasi, inovasi, dan adaptasi.
“Kolaborasi menjadi dasar dalam membangun solidaritas dan kerja sama. Inovasi diperlukan untuk menghadirkan gagasan-gagasan kreatif dalam organisasi, sedangkan adaptasi menjadi kemampuan penting untuk menghadapi tantangan dan perubahan di era modern,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap dapat mendorong terciptanya lingkungan organisasi mahasiswa yang lebih aktif, progresif, dan produktif dalam melahirkan calon-calon pemimpin muda yang berintegritas serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan intelektualitas yang dibangun selama kegiatan berlangsung, sinergi antarlembaga mahasiswa di Semarang diharapkan semakin kuat dalam mendukung pengembangan kepemimpinan generasi muda di masa mendatang.***(bgy)
