Tim PkM Teknik Sipil USM Latih Pemasangan Pipa Resapan Horizontal di Patebon Kendal

InShot_20260609_094004311
Bagikan:

KENDAL, (Harianterkini.id) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen Jurusan Teknik Sipil Universitas Semarang (USM) menggelar pelatihan pemasangan Pipa Resapan Horizontal (PRH) di halaman Kantor Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, baru-baru ini.

Kegiatan tersebut merupakan upaya mitigasi genangan air hujan melalui penerapan sistem drainase berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Tim PkM USM dipimpin oleh Fitria Maya Lestari, S.T., M.T., dengan anggota Dr. Ir. Purwanto, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng., Ir. Lindawati, S.T., M.T., Ir. Etika Herdiarti, S.T., M.T., dan Yonikha Rivani, S.T., M.T.

Ketua Tim PkM, Fitria Maya Lestari, mengatakan program tersebut diwujudkan melalui pemasangan teknologi Pipa Resapan Horizontal di lingkungan Kantor Kecamatan Patebon sebagai langkah konkret dalam mengatasi persoalan genangan air yang sering terjadi setelah hujan deras.

Baca Juga:  Catat Tanggalnya! UKM Panahan Universitas Semarang Gelar Kejuaraan Nasional untuk Umum

“Pemilihan Kecamatan Patebon sebagai lokasi sasaran didasarkan pada karakteristik wilayah yang kerap menghadapi persoalan genangan pascahujan akibat keterbatasan saluran pembuangan dan minimnya area resapan alami,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, tim menggandeng Dr. Ir. Edy Susilo, M.T., yang merupakan pakar sekaligus inventor teknologi Pipa Resapan Horizontal.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan sistem PRH dapat mengubah pola pengelolaan air hujan di kawasan perkantoran kecamatan.

Menurut Fitria, selama ini air hujan umumnya hanya dialirkan ke saluran pembuangan.

Dengan teknologi PRH, air hujan dapat langsung diserap kembali ke dalam tanah sehingga mendukung konservasi air tanah dan mengurangi risiko genangan.

Baca Juga:  ASEAN-ID Nourish di Semarang Perkuat Komitmen Regional untuk Gizi Anak dan Program Makan Sekolah

Secara teknis, lanjutnya, PRH memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan sumur resapan konvensional.

Sistem ini menggunakan pipa perforasi yang ditanam secara horizontal dan dilapisi material geotekstil serta agregat kasar sehingga mampu memperluas area penyerapan air.

“Teknologi ini dapat meningkatkan kemampuan infiltrasi air ke dalam tanah secara optimal, bahkan pada area dengan karakteristik tanah yang relatif padat,” jelasnya.

Selain pemasangan sistem resapan, tim PkM juga memberikan edukasi kepada aparatur kecamatan dan perwakilan masyarakat mengenai cara kerja teknologi tersebut, prosedur pemeliharaan, serta pentingnya menjaga keberlanjutan cadangan air tanah di Kabupaten Kendal.

Sementara itu, Camat Patebon, Abdul Mufid, S.H., M.M., menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan sivitas akademika USM melalui program tersebut.

Baca Juga:  Semarang Raih Juara I Di Ajang Anugerah Bangga Berwisata Tingkat Nasional 2024

Menurutnya, keberadaan sistem resapan horizontal tidak hanya membantu mengatasi genangan air di halaman kantor kecamatan, tetapi juga dapat menjadi contoh penerapan drainase berwawasan lingkungan.

“Keberadaan sistem ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan pelayanan publik, tetapi juga berpotensi menjadi pilot project drainase ramah lingkungan yang dapat direplikasi di tingkat desa,” katanya.

Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat guna mewujudkan pembangunan infrastruktur yang adaptif terhadap perubahan iklim serta mendukung pelestarian lingkungan.

“Melalui kerja sama seperti ini, inovasi yang lahir dari dunia akademik dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” pungkasnya.***(bgy)