Pemerintah Kota Semarang Siapkan 6.000 Kursi Sekolah Swasta Gratis dalam SPMB 2026

InShot_20260609_094920189
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pendidikan resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 mulai 8 Juni 2026.

Pada pelaksanaan tahun ini, Pemkot menghadirkan sejumlah terobosan untuk memperluas akses pendidikan yang merata, termasuk membuka kesempatan bagi warga pendatang yang berdomisili di Kota Semarang serta mengintegrasikan sekolah swasta gratis ke dalam sistem pendaftaran daring.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi seluruh anak yang tinggal di Kota Semarang.

Menurut Agustina, anak-anak dari keluarga perantau yang belum mengubah administrasi kependudukannya tetap dapat mengikuti proses SPMB sejak awal melalui jalur domisili dengan melampirkan surat keterangan domisili.

Baca Juga:  SIG Garap Perbaikan 14 Koridor Jalur Bus TransJakarta Menggunakan Beton Cepat Kering

“Melalui kebijakan ini, anak-anak yang tinggal di Kota Semarang, termasuk dari keluarga perantau yang belum mengubah administrasi kependudukannya, tetap memiliki kesempatan mengikuti SPMB sejak awal melalui jalur domisili dengan melampirkan surat keterangan domisili,” ujarnya, Senin, 8 Juni 2026.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut juga bertujuan mengurangi ketimpangan jumlah peserta didik antar sekolah, terutama pada jenjang Sekolah Dasar Negeri.

Selama ini, sejumlah sekolah mengalami kelebihan pendaftar, sementara sekolah lain justru kekurangan murid.

Dengan penerapan skema baru, distribusi peserta didik diharapkan menjadi lebih merata sehingga seluruh sekolah dapat memaksimalkan daya tampung yang tersedia.

Selain membuka akses bagi warga pendatang, Pemkot Semarang juga memperkuat jalur afirmasi dengan memasukkan sekolah swasta gratis ke dalam sistem SPMB online.

Baca Juga:  Berperan Aktif dalam Konservasi Pantai dan Air, PLN Salurkan Bantuan 31.000 Pohon untuk Kabupaten Batang

Langkah ini disiapkan untuk menambah kapasitas layanan pendidikan bagi masyarakat.

Sebanyak sekitar 6.000 kursi tambahan disediakan melalui program sekolah swasta gratis yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Sekolah swasta gratis menjadi bagian dari solusi untuk memperluas daya tampung pendidikan. Dengan skema ini, kuota jalur domisili, prestasi, maupun mutasi di sekolah negeri tetap terjaga,” kata Agustina.

Dalam pelaksanaannya, SPMB tetap mengacu pada prinsip pemerataan dan keadilan akses pendidikan.

Untuk jenjang Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD), kuota jalur domisili ditetapkan paling sedikit 70 persen, jalur afirmasi paling sedikit 20 persen, dan jalur mutasi paling banyak 5 persen. Sementara itu, pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri, kuota jalur domisili ditetapkan sebesar 40 persen sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:  KKN Internasional USM di Kuala Lumpur Perkuat Diplomasi Pendidikan

Adapun pendaftaran SPMB jenjang TK dan SD dilaksanakan secara daring pada 8–12 Juni 2026. Tahapan selanjutnya meliputi analisis data dan pemeringkatan pada 15–16 Juni, pengumuman hasil seleksi pada 17 Juni, serta daftar ulang pada 17–19 Juni 2026.

Melalui berbagai kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Semarang berharap seluruh anak usia sekolah yang tinggal di Kota Semarang, baik warga asli maupun pendatang, memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan yang berkualitas.

Selain itu, kebijakan ini diharapkan mampu mengoptimalkan daya tampung sekolah serta mengurangi potensi sekolah yang kekurangan peserta didik.***