Pemerintah Kota Semarang Pastikan Harga Pangan Masih Stabil, Kenaikan Bawang Merah Dikendalikan Lewat Operasi Pasar

InShot_20260612_074426849
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memastikan harga pangan pokok penting di Kota Semarang masih dalam kondisi relatif aman meski terjadi kenaikan pada sejumlah komoditas.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) bersama Tim Satgas Saber Harga dan Kualitas Pangan di Pasar Peterongan, Selasa, 9 Juni 2026.

Menurutnya, sebagian besar harga bahan pokok masih terkendali dan belum menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan.

“Harga semua komoditas penting yang dipantau pemerintah relatif aman. Memang ada kenaikan, tetapi masih dalam kondisi yang aman,” kata Agustina.

“Hanya bawang putih yang masih berada di atas HAP atau HET yang ditetapkan pemerintah,” Imbuhnya.

Baca Juga:  Cegah Inflasi 2023, Ini 5 Langkah Strategi Pemerintah dan Bank Indonesia

Menindaklanjuti laporan terkait kenaikan harga sayur-mayur di Pasar Peterongan, Agustina menginstruksikan Dishanpan untuk segera melakukan intervensi melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) Kempling Semar atau Ketahanan Pangan Keliling Semarang.

Program tersebut memanfaatkan armada keliling yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dan sayuran dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Selain itu, pemantauan harga juga dilakukan secara rutin bersama Tim Satgas Saber Harga dan Kualitas Pangan yang melibatkan Polrestabes Semarang, Dinas Perdagangan Kota Semarang, serta Bulog Kantor Wilayah Semarang.

Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Peterongan, harga bawang merah tercatat mencapai Rp55.000 per kilogram atau sekitar 30 persen di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp41.500 per kilogram.

Sementara itu, harga komoditas pangan lainnya masih berada dalam kondisi stabil.

Baca Juga:  DPMPTSP Semarang Kenalkan Potensi Industri Lewat Program Tour the Investment, KIW Semarang Pertama

Sejumlah harga bahan pokok yang terpantau antara lain,

Beras SPHP Rp60.000 per lima kilogram, minyak goreng Rp23.000 per liter, telur ayam Rp27.000 per kilogram, gula pasir Rp18.500 per kilogram, dan bawang putih Rp40.000 per kilogram.

Selanjutnya, Ayam potong Rp27.000 per kilogram, tomat Rp12.000 per kilogram, wortel Rp15.000 per kilogram, cabai keriting Rp35.000 per kilogram, dan cabai rawit Rp55.000 per kilogram.

Agustina menegaskan kenaikan harga bawang merah masih dapat dikendalikan melalui operasi pasar dan program stabilisasi harga yang rutin dilaksanakan Pemerintah Kota Semarang.

“Berdasarkan pantauan di lapangan, harga pangan pokok masih dalam batas aman. Hanya bawang merah yang berada di atas HAP, tetapi masih bisa dikendalikan melalui operasi pasar,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih, mengatakan program Gerakan Pangan Murah yang selama ini dijalankan Pemkot Semarang terbukti efektif menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.

Baca Juga:  KAI Daop 1 Jakarta Operasikan Kereta Ekonomi New Generation Versi Modifikasi di KA Menoreh

“Hasil monitoring dan evaluasi dari Badan Pangan Nasional menunjukkan harga pangan di Kota Semarang relatif lebih stabil dalam mendukung pengendalian inflasi,” jelas Endang.

Untuk mengatasi kenaikan harga sayur-mayur yang sempat dikeluhkan pedagang dan masyarakat, Dishanpan juga menggandeng sejumlah mitra guna memperkuat pasokan di pasar tradisional.

Beberapa mitra yang dilibatkan antara lain Program PAK RAHMAN (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman), Sayur Yuni, serta BUMD JTAB yang menyalurkan stok sayuran ke Pasar Peterongan.

“Pagi ini kami melakukan intervensi bersama mitra dengan menggelontorkan pasokan sayuran ke Pasar Peterongan sehingga harga sayuran bisa lebih terkendali,” pungkas Endang.***