Iswar Aminuddin: Semarang Open 2026 Jadi Ajang Membentuk Mental Juara Generasi Muda

InShot_20260705_232411683
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Riuh roda yang melaju di lintasan Sirkuit Sepatu Roda Jatidiri, Semarang, menjadi penanda dimulainya Kejuaraan Sepatu Roda Nasional Semarang Open by Bara Skating Klub 2026, Jumat (3/7).

Lebih dari sekadar ajang berburu medali, kompetisi ini menjadi ruang bagi para atlet muda untuk belajar tentang keberanian, disiplin, dan sportivitas.

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, yang membuka kejuaraan tersebut menilai setiap pertandingan memiliki makna lebih dalam daripada sekadar menentukan siapa yang menjadi juara. Menurutnya, keberanian seorang anak untuk berdiri di garis start sudah menjadi kemenangan tersendiri.

Baca Juga:  Polda Jateng Ungkap Kasus Curas di Patean Kendal, Dua Residivis dan Seorang Penadah Ditangkap

“Kompetisi ini bukan soal siapa yang berdiri di podium. Anak-anak yang berani masuk lintasan hari ini sudah menjadi pemenang karena mampu mengalahkan dirinya sendiri dan memiliki keberanian untuk berkompetisi. Tantangan pada masa depan jauh lebih berat, sehingga mental yang kuat harus dibangun sejak sekarang,” ujar Iswar.

Ia mengatakan, setiap perlombaan merupakan proses pembelajaran yang tidak dapat digantikan.

Kemenangan memang membanggakan, tetapi pengalaman menghadapi tekanan, menerima hasil pertandingan, hingga bangkit untuk kembali berlatih merupakan bekal penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Suasana kejuaraan juga menjadi ajang pertemuan atlet-atlet muda dari berbagai provinsi.

Baca Juga:  Dana Umat Mengalir ke Masyarakat, Pemerintah Kota Semarang Apresiasi Penyaluran BAZNAS

Iswar berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk memperluas persahabatan, saling berbagi pengalaman, dan menumbuhkan semangat kebersamaan di antara para peserta.

“Gunakan kesempatan ini untuk saling mengenal dan bertukar pengalaman. Jadikan setiap pertandingan sebagai proses belajar. Semoga selama berada di Kota Semarang, adik-adik mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan membawa pulang kenangan baik dari kota ini,” tuturnya.

Selain menjadi wadah pembinaan atlet, penyelenggaraan Semarang Open juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Kehadiran atlet, pelatih, ofisial, serta keluarga peserta turut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga berbagai usaha masyarakat selama kompetisi berlangsung.

Baca Juga:  Sepak Bola Kencana Putra Cup II, Ferry Wawan Cahyono Berharap Dapat Cetak Pemain Handal

Pemerintah Kota Semarang pun mengapresiasi konsistensi Bara Skating Klub dalam menyelenggarakan Semarang Open sebagai salah satu ajang pembinaan atlet usia dini.

Kegiatan tersebut diharapkan terus melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus memperkuat posisi Kota Semarang sebagai tuan rumah berbagai kejuaraan olahraga tingkat nasional.

Menutup sambutannya, Iswar mengingatkan bahwa setiap peserta telah membawa pulang sesuatu yang lebih berharga daripada medali, yakni pengalaman yang akan menjadi bekal di masa depan.

“Tidak semua atlet membawa pulang medali, tetapi setiap peserta membawa pulang pengalaman. Teruslah berlatih, jaga sportivitas, dan jangan pernah berhenti mengembangkan kemampuan,” pungkasnya.***