Pekan Batik Nusantara 2026 Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif melalui Digitalisasi UMKM

InShot_20261017_203453849
Bagikan:

PEKALONGAN, (Harianterkini.id) – Penguatan ekonomi kreatif melalui digitalisasi usaha dan peningkatan literasi keuangan menjadi fokus dalam kegiatan Workshop UMKM Cerdas Digital & Literasi Keuangan yang digelar dalam rangkaian Pekan Batik Nusantara 2026 di Panggung Pekan Batik Nusantara 2026, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis, 15 Oktober 2026.

Mengusung tema “Batik Masa Kini: Kreatif, Digital, Kolaboratif”, kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan kolaborasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas usaha, memanfaatkan teknologi digital, serta memperkuat pengelolaan keuangan agar mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi kreatif.

Workshop tersebut didukung oleh Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain.

Kegiatan ini menghadirkan Asisten Deputi Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil Kementerian UMKM RI, Dr. Ali Alkatiri, S.T., M.Si., serta Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, S.E., S.Ag., M.M.

Hadir pula dua narasumber yang memberikan materi dan pemaparan, yakni Kukuh Harisman, Manajer Kantor OJK Tegal, serta Abdul Qayum dari Digital Creative Agency.

Jalannya kegiatan dipandu oleh Rachman Polalo sebagai pembawa acara sekaligus moderator.

Kementerian Ekonomi Kreatif Dorong UMKM Beradaptasi dengan Digitalisasi

Dalam sambutannya, Asisten Deputi Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil Kementerian UMKM RI, Dr. Ali Alkatiri, menekankan pentingnya transformasi digital bagi pelaku UMKM agar dapat meningkatkan kualitas produk, memperluas jangkauan pemasaran, dan memperkuat daya saing.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk menciptakan nilai tambah bagi produk lokal, termasuk batik yang menjadi salah satu identitas sekaligus kekuatan ekonomi kreatif Indonesia.

Digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pemasaran melalui media sosial atau platform perdagangan elektronik, tetapi juga mencakup pengelolaan usaha, pencatatan transaksi, pengembangan produk, hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada konsumen.

“UMKM harus mampu mengikuti perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi digital. Produk yang berkualitas perlu didukung strategi pemasaran yang tepat, pengelolaan usaha yang baik, serta kemampuan membangun jejaring kolaborasi agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” demikian pesan yang ditekankan dalam sambutan tersebut.

Baca Juga:  Menag Yaqut Ajak Seluruh Elemen Bangsa Jaga Situasi Kondusif di Pemilu 2024

Ia juga menyoroti pentingnya akses terhadap layanan pendampingan usaha yang terintegrasi.

Melalui platform Sapa UMKM, pelaku usaha diharapkan dapat memperoleh kemudahan dalam mengakses informasi, konsultasi, pendampingan, serta berbagai layanan yang mendukung pengembangan usaha.

Pendekatan layanan terpadu tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengidentifikasi kebutuhan usahanya dan memperoleh dukungan yang sesuai, mulai dari tahap pengembangan produk hingga proses digitalisasi.

Dengan demikian, penguatan UMKM tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah pelaku usaha, tetapi juga pada kualitas, produktivitas, keberlanjutan, dan kemampuan menciptakan nilai ekonomi.

Wakil Wali Kota Pekalongan Buka Workshop

Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, S.E., S.Ag., M.M., sekaligus membuka kegiatan workshop. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjadikan Pekan Batik Nusantara sebagai momentum untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, khususnya bagi pelaku UMKM batik dan industri turunannya.

Menurutnya, batik bukan sekadar produk fesyen atau komoditas perdagangan, melainkan warisan budaya yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui inovasi, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi.

Karena itu, pelaku UMKM perlu terus meningkatkan kemampuan dalam membaca kebutuhan pasar, mengembangkan desain produk, membangun identitas merek, serta memanfaatkan saluran pemasaran digital untuk memperluas jangkauan konsumen.

“Pekan Batik Nusantara menjadi momentum untuk mendorong pelaku UMKM terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas. Batik harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai budaya dan karakter yang menjadi identitasnya,” ujar Balgis dalam sambutannya.

Ia berharap workshop tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para peserta, terutama dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola usaha secara lebih profesional.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, komunitas kreatif, dan pelaku usaha dinilai penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Peringati HUT ke- 477 Kota Semarang, Walikota Semarang Ungkap Laju Pertumbuhan Kota Semarang Lebihi Target

Melalui sinergi tersebut, produk-produk lokal Kota Pekalongan diharapkan semakin dikenal luas, memiliki daya saing yang kuat, dan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

OJK Tegal Paparkan Pentingnya Literasi Keuangan

Dalam sesi pemaparan materi, Manajer Kantor OJK Tegal, Kukuh Harisman, membahas pentingnya literasi keuangan bagi pelaku UMKM dalam membangun usaha yang sehat dan berkelanjutan.

Literasi keuangan menjadi salah satu fondasi penting agar pelaku usaha mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat, memahami produk dan layanan jasa keuangan, serta mengelola pendapatan dan pengeluaran secara terencana.

Bagi UMKM, pengelolaan keuangan yang baik juga diperlukan untuk memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha, melakukan pencatatan transaksi secara rutin, menghitung biaya produksi, serta menentukan harga jual yang sesuai.

Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengevaluasi perkembangan bisnis, mengantisipasi risiko, dan mempersiapkan kebutuhan modal untuk pengembangan usaha.

Melalui materi yang disampaikan, peserta diajak memahami bahwa keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kreativitas dalam menghasilkan produk, tetapi juga oleh kedisiplinan dalam mengelola keuangan dan kemampuan memanfaatkan layanan keuangan secara bijak.

Literasi keuangan juga menjadi bekal penting bagi pelaku usaha agar lebih siap menghadapi perubahan pasar dan mengembangkan bisnis secara bertahap.

Digital Creative Agency Dorong Kreativitas dan Pemasaran Digital

Sementara itu, Abdul Qayum dari Digital Creative Agency memberikan pemaparan mengenai peran kreativitas dan strategi digital dalam meningkatkan daya saing produk UMKM.

Di tengah perubahan perilaku konsumen, pelaku usaha dituntut mampu membangun identitas merek yang kuat, menyajikan konten promosi yang menarik, serta memanfaatkan berbagai kanal digital untuk memperkenalkan produk kepada calon pembeli.

Dalam konteks industri batik, pemanfaatan teknologi digital membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan motif, proses produksi, nilai budaya, dan cerita di balik setiap produk kepada pasar yang lebih luas.

Baca Juga:  Hotel Mahima Semarang Launching Program Buka Bersama Ramadhan Tempo Doeloe Dengan 30 Menu Spesial

Strategi komunikasi visual, fotografi produk, pembuatan konten kreatif, serta pengelolaan media sosial dapat menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan dengan konsumen.

Kreativitas juga diperlukan agar produk batik dapat diterima oleh berbagai segmen pasar, termasuk generasi muda, tanpa menghilangkan karakter dan nilai tradisional yang melekat pada produk tersebut.

Melalui materi ini, peserta diharapkan dapat memahami bahwa digitalisasi bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bagian dari strategi pengembangan usaha yang perlu direncanakan sesuai karakter produk dan kebutuhan pasar.

Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Kreatif

Pelaksanaan Workshop UMKM Cerdas Digital & Literasi Keuangan menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan unsur pemerintah, lembaga keuangan, praktisi kreatif, dan pelaku UMKM dalam satu ruang pembelajaran.

Dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain memperkuat relevansi kegiatan ini dengan pengembangan sektor ekonomi kreatif yang bertumpu pada kreativitas, inovasi, budaya, dan pemanfaatan teknologi.

Pekalongan yang dikenal sebagai salah satu pusat batik Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan produk budaya menjadi kekuatan ekonomi. Potensi tersebut perlu didukung peningkatan keterampilan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi digital, akses informasi keuangan, serta kolaborasi lintas sektor.

Melalui workshop ini, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan yang didapat untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, dan memperkuat pengelolaan keuangan usaha.

Kegiatan yang dipandu Rachman Polalo tersebut menjadi bagian dari semangat Pekan Batik Nusantara 2026 dalam mendorong batik dan produk kreatif lokal agar terus berkembang, beradaptasi dengan perubahan zaman, serta memiliki daya saing di pasar nasional maupun global.

Dengan mengintegrasikan kreativitas, digitalisasi, dan literasi keuangan, UMKM diharapkan semakin siap menjadi penggerak ekonomi kreatif sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia melalui produk-produk unggulan daerah.***