Balap Motor Semarang Raih Dua Medali di Porprov Jateng 2026, Peluang Emas Sempat Terlepas

InShot_20261103_130744215
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Kontingen balap motor (road race) Kota Semarang harus puas membawa pulang satu medali perak dan satu perunggu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.

Hasil tersebut diraih setelah seluruh rangkaian pertandingan cabang olahraga (cabor) balap motor berakhir di Sirkuit Mijen, Kota Semarang, Selasa (27/10/2026).

Dalam pertandingan tersebut, terdapat empat nomor final yang diperebutkan, yakni Bebek Standar 150cc Beregu, Bebek Tune Up 150cc Beregu, Bebek Standar 150cc Perorangan, dan Bebek Tune Up 150cc Perorangan.

Kontingen Kota Semarang sendiri mengikuti tiga nomor pertandingan dengan menurunkan Nanda Muhammad Fahrudin, Reyhan Aqhsal Prihadnala Mahendra, dan Jorge Raphael Gading. Semarang tidak tampil pada nomor Bebek Standar 150cc Beregu.

Di tengah ketatnya persaingan antardaerah, para pebalap Kota Semarang mampu menunjukkan performa kompetitif.

Satu medali perak berhasil diamankan dari nomor Bebek Tune Up 150cc Perorangan, sedangkan medali perunggu diperoleh melalui nomor Bebek Tune Up 150cc Beregu.

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Semarang, Sugeng Hadiyanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet dan tim yang telah bekerja keras selama pertandingan berlangsung.

Baca Juga:  Jurnalis FC Gelar Ajang Bal-Balan Agustusan, Wartawan Semarang Bersatu di Lapangan Hijau

Ia mengucapkan terima kasih kepada manajer, mekanik, atlet, serta jajaran pengurus IMI Kota Semarang yang telah memberikan dukungan penuh dalam perjuangan meraih prestasi di ajang Porprov tahun ini.

“Selaku pengurus IMI Kota Semarang, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua tim, manajer, mekanik, dan teman-teman pengurus IMI Kota Semarang yang sudah berjuang luar biasa, terutama kepada atlet-atlet balap kita yang sudah memberikan yang terbaik,” ujar Sugeng.

Meski mengapresiasi perjuangan para pebalap, Sugeng tidak menutupi kekecewaannya karena target dua medali emas dari tiga nomor yang diikuti belum berhasil direalisasikan.

“Target kita untuk hari ini dua emas dari tiga nomor. Mohon maaf, dapatnya satu perak dan satu perunggu. Nanti kita maksimalkan lagi di balap motor untuk nomor grasstrack. Semoga nanti kita bisa mengambil poin di sana,” katanya.

Sugeng juga mengungkapkan adanya insiden di tikungan akhir yang menurutnya membuat peluang Kota Semarang meraih medali emas terlepas.

Pihaknya bahkan sempat menyampaikan protes kepada panitia pertandingan. Namun, berdasarkan penjelasan yang diterima, insiden tersebut dinilai masih berada dalam koridor aturan balapan.

Baca Juga:  Sarasehan Permendiktisaintek No 52/2025 dan RUU Sisdiknas di USM, Kepala LLDikti : "Sistem Pendidikan Harus Bertransformasi serta Berdampak"

“Sebenarnya tadi tipis sekali kita mampu dapat emas, tapi di tikungan akhir agak sedikit kita dipaksa untuk keluar jalur. Kita sempat mengadakan protes dengan pihak panitia, jawabannya masih sesuai koridor balapan. Kita harus terima itu,” ungkapnya.

Sugeng menambahkan, pihaknya masih akan mendiskusikan kemungkinan langkah lanjutan bersama tim dengan mempertimbangkan rekaman video insiden tersebut.

Terlepas dari hasil yang diperoleh, ia menilai pencapaian dua medali tersebut tetap patut disyukuri. Terlebih, persiapan kontingen balap motor Kota Semarang dilakukan dengan keterbatasan anggaran.

“Dengan bujet yang minim tapi bisa juara, ini menjadi pengalaman untuk berjuang lebih mati-matian lagi ke depan,” tuturnya.

Sementara itu, pebalap Nanda Muhammad Fahrudin menjadi salah satu penyumbang medali bagi Kota Semarang. Turun di dua nomor, yakni Bebek Tune Up 150cc Perorangan dan Beregu, Nanda berhasil mempersembahkan satu perak dan satu perunggu.

Medali perak diraih pada nomor perorangan, sedangkan medali perunggu diperoleh melalui nomor beregu bersama Reyhan Aqhsal Prihadnala Mahendra.

Nanda mengaku bersyukur dengan hasil yang diperoleh. Menurutnya, strategi balapan yang diterapkan sejak awal adalah menjaga ritme, kondisi ban, serta stamina agar mampu menyelesaikan seluruh putaran dengan maksimal.

Baca Juga:  Kompetisi Bola Basket Antar Pelajar "Honda DBL 2025" Resmi Dibuka Oleh Wakil Wali Kota Semarang

“Dengan hasil pertandingan race tadi, menurut saya sesuai target instruksi tim. Dari awal main aman saja, jaga ban biar tidak kehabisan, sama jaga stamina soalnya lap-nya juga banyak, 20 lap,” tutur Nanda.

Ia mengakui hasil di nomor perorangan berada di luar prediksi awal. Sementara pada nomor beregu, dirinya dan pasangan sudah berusaha memberikan penampilan terbaik, meski perolehan poin belum mampu mengungguli Kabupaten Demak dan Grobogan.

“Kalau target, ini di luar prediksi. Tetap bersyukur, nomor dua. Untuk beregu, sudah maksimal, cuma total poinnya masih kegeser sama Demak dan Grobogan karena tandemnya lumayan jauh di belakang. Tapi alhamdulillah masih bisa nomor tiga,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya pertandingan road race, kontingen balap motor Kota Semarang masih memiliki kesempatan menambah perolehan poin melalui nomor grasstrack.

Evaluasi dari hasil pertandingan di Sirkuit Mijen diharapkan menjadi bekal untuk menghadapi persaingan pada nomor berikutnya.***