Pemerintah Kota Semarang Gelar Lapor “Semarang Goes to School” Untuk Kenalkan Kanal Aduan dan Layanan Darurat

InShot_20250911_150527099
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Berupaya menyasar kalangan siswa sekolah terkait layanan komunikasi publik di Kota Semarang, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang selenggarakan Lapor Semarang Goes to School Vol.I Tahun 2025, pada hari Selasa, 9 September 2025 lalu, di Aula SMP Negeri 5 Semarang.

Melalu acara tersebut diharapkan para siswa SMP mengenal Layanan Pengaduan Pelayanan Publik Lapor Semar Solusi AWP, layanan Call Center 112, dan Layanan Informasi PPID yang disediakan oleh Walikota Semarang, Agustina bagi masyarakat di Kota Semarang.

Sub Koordinator Pengelolaan aspirasi dan Informasi, Wulan Asih Setyarini menyebutkan bahwa gen Z yang mendominasi di era digitalisasi ini memiliki peran yang strategis salah satunya sebagai duta informasi dan motor penggerak di kalangan masyarakat.

Baca Juga:  Dosen FE USM Jadi Asesor Eksternal Ujian Kompetensi Keahlian di SMK Palebon Semarang

“Untuk itu ketika para siswa mengenal Layanan Lapor Semar Solusi AWP, Layanan Darurat call center 112, dan layanan informasi ppid harapannya bisa menyebarluaskan di lingkup sekolah dan masyarakat tentang cara menyampaikan kritik, masukan dan permohonan penanganan darurat kepada pemerintah kota,” kata Wulan di depan 194 pengurus OSIS dan guru dari 64 SMP se-Kota Semarang.

Ia berharap para siswa dan guru dapat memanfaatkan kanal-kanal ini guna meningkatkan pembangunan di Kota Semarang.

“Kota yang baik tidak hanya dibangun oleh Pemerintah melainkan juga oleh masyarakatnya yang peduli,” tambahnya.

Tidak disangka para peserta antusias mengikuti hingga sesi terakhir. Para perwakilan sekolah tersebut berebut untuk mendapatkan kesempatan bertanya dan mengutarakan pendapatnya yang kritis.

Baca Juga:  Wali Kota Semarang Tekankan Mitigasi Bencana untuk Hadapi Potensi Bencana Alam

Melalui Lapor Semar Solusi AWP, Azzahra dari SMP Negeri 12 Semarang memberikan harapan adanya fasilitas bus BRT bisa lebih nyaman buat penumpang, AC nya lebih dingin, armadanya lebih bersih, dan juga asapnya menjadikan polusi.

Sementara Anastasia dari SMP Negeri 20 Semarang menyebutkan bahwa dirinya semula bingung ketika harus menghafalkan nomor ambulance, damkar, dan kepolisian, berkat acara ini dirinya bersyukur mengetahui bahwa melalui 112 panggilan darurat bisa menjadi lebih mudah.

Hal senada diungkapkan Latif dari SMP N 34 Semarang. Ia berujar bahwa Dengan adanya 112 dan Lapor Semar kita lebih mudah melaporkan kejadian seperti tawuran dan demo.

“Kita sangat terbantu dengan adanya program ini dan ia sangat berterima kasih,” ungkap Latif.

Baca Juga:  ‎Kementerian Koperasi RI Bersama Dharma Wanita Persatuan Kemenkop Gelar Acara Ramadan Delight Market ‎

Kegiatan tersebut menghadirkan 3 narasumber yang secara teknis mengelola layanan-layanan tersebut, Bening Sasaningtawang pengelola layanan pengaduan, Afny Khotiatina dari Layanan Darurat Call Center 112, dan Andina Puspasari Widyaningrum dari layanan Informasi PPID.

Para narasumber memastikan Ketiga kanal komunikasi ini tidak hanya dimanfaatkan oleh yang ber KTP Semarang namun juga mereka yang singgah atau melintas di Kota Semarang.

Di akhir acara, ajakan untuk para siswa SMP untuk memanfaatkan kanal komunikasi publik ini karena dipastikan mendapat jaminan keamanan perlindungan pelapor serta dihimbau untuk tidak melakukan Prank khususnya pada layanan darurat Call Center 112.***

Sumber Berita : Humas Pemkot Semarang