Pasar Malam Bodjong Jadi Magnet Baru Kota Lama Semarang

InShot_20260419_235046928
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Kawasan Kota Lama Semarang kini semakin semarak dengan hadirnya Bodjong Night Market, destinasi kuliner malam terbaru yang digadang menjadi magnet wisata sekaligus pusat aktivitas ekonomi kreatif di ibu kota Jawa Tengah.

Pasar malam ini beroperasi setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 03.00 WIB, menghadirkan suasana malam yang hidup, aman, dan kaya pilihan kuliner bagi masyarakat maupun wisatawan.

Sebanyak 60 tenant ambil bagian dalam Bodjong Night Market dengan menyajikan beragam menu, mulai dari kuliner tradisional khas Semarang dan Nusantara hingga makanan kekinian yang diminati berbagai kalangan.

Keberagaman tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman kuliner yang lengkap dan menarik bagi pengunjung.

Baca Juga:  Dirut PGN Pastikan Pemanfaatan Jargas Rumah Tangga di Sleman Lancar

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyambut positif kehadiran pasar malam ini.

Ia mengaku kehadiran Bodjong Night Market selaras dengan program pemerintah kota dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Ajaib ya, saya baru membuat konsepnya, tiba-tiba saya dapat undangan Bodjong Night Market. Jadi kita punya program WARAS EKONOMI, sebuah program untuk memberdayakan UMKM,” ujar Agustina.

Agustina berharap, melalui Bodjong Night Market akan terjadi perputaran ekonomi yang signifikan dan memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM.

Ia juga menilai pasar malam ini dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Semarang.

Baca Juga:  Wali Kota Semarang Ambil Peran Sebagai Tokoh Sang Hyang Wenang di Acara Pagelaran Wayang Orang om The Street

“Kami berharap kehadiran pasar malam ini mampu memberikan ruang yang luas bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang, serta menjadi daya tarik baru bagi wisatawan,” tambahnya.

Program WARAS EKONOMI sendiri dirancang secara komprehensif, diawali dengan pendataan sekitar 30 ribu UMKM di Kota Semarang.

Dari hasil sensus tersebut, pemerintah kota melakukan klasifikasi untuk mengidentifikasi kebutuhan riil pelaku usaha, mulai dari aspek legalitas, sertifikasi, hingga kapasitas produksi.

Selanjutnya, hasil identifikasi ditindaklanjuti melalui proses kurasi oleh Dekranasda serta pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing UMKM.

Baca Juga:  Siswa SMK Yaphar Satrio Wibowo Tlogosari Semarang Berikan Pembekalan Mental Kerja di Lapangan

Pendampingan ini tidak hanya berupa bantuan finansial, tetapi juga mencakup akses jejaring, peningkatan kualitas produk, serta penguatan strategi pemasaran.

“Kadang yang dibutuhkan bukan modal, tetapi akses. Ditunjukkan jalannya, dipertemukan dengan mitra, atau diperbaiki kualitas produknya. Itu yang kita lakukan,” jelas Agustina.

Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, Pemerintah Kota Semarang juga berencana menghidupkan kembali pasar-pasar yang selama ini kurang optimal sebagai pusat ekonomi kreatif.

Salah satu lokasi yang menjadi fokus adalah kawasan Pasar Johar, yang akan difungsikan sebagai hub untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan ekosistem pasar, seperti hotel, perkantoran, dan sektor jasa lainnya.***