FORC3S Workshop 2026 Dorong Budaya Presentasi Ilmiah dan Publikasi Internasional

InShot_20260512_092333660
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) –  Implementasi program FIND4S Indonesia yang merupakan kolaborasi konsorsium Erasmus Plus bersama tujuh perguruan tinggi penyelenggara Program Studi Teknologi Pangan di Semarang terus diperkuat melalui kegiatan ilmiah bertajuk “FORC3S Workshop and Scientific Meeting 2026”.

Kegiatan tersebut digelar pada 4-5 Mei 2026 di Lobby Hotel Novotel Semarang dan menghadirkan para peneliti dari berbagai perguruan tinggi untuk mempresentasikan hasil riset sekaligus mengikuti lokakarya penulisan artikel ilmiah internasional.

Workshop ilmiah itu terdiri atas dua agenda utama, yakni presentasi hasil penelitian serta pelatihan penulisan artikel jurnal internasional yang dipandu akademisi dengan rekam jejak publikasi dan H-index tinggi.

Pada hari pertama, keynote session menghadirkan akademisi dari KU Leuven Belgia, Prof. Jan van Limpe.

Baca Juga:  Kota Semarang Kembali di Nobatkan sebagai Kota Terinovatif IGA 2023

Sebanyak 40 artikel ilmiah dipresentasikan dalam kegiatan tersebut. Para peneliti berasal dari sejumlah kampus di antaranya Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Semarang (USM), Universitas Tidar (Untidar), Untag Semarang, UPGRIS, Unkartur, dan Unimus.

Artikel hasil penelitian itu selanjutnya direncanakan terbit di jurnal internasional bereputasi kuartil 3 (Q3), yakni Food and Feed Research yang berbasis di University of Novi Sad, Serbia, serta Carpathian Journal of Food Science and Technology dari North University of Baia Mare, Romania.

Ketua penyelenggara sekaligus Koordinator FIND4S Indonesia, Dr. Yoga Pratama, mengatakan FORC3S AWSM diharapkan menjadi embrio penguatan budaya ilmiah di Indonesia, khususnya dalam tradisi presentasi hasil penelitian.

Baca Juga:  IPW : "Polisi Harus Usut Tuntas Peristiwa Penyerangan dan Perusakan Rumah Do'a GKSI di Padang"

“Budaya presentasi ilmiah di Indonesia memang belum terbentuk kuat seperti di lingkungan akademik Eropa. Melalui forum ini kami ingin membangun tradisi tersebut,” kata Dr. Yoga.

Alumnus KU Leuven Belgia dan doktor dari Leeds University Inggris itu menegaskan bahwa hasil penelitian seharusnya dipresentasikan langsung oleh penelitinya, bukan diwakilkan.

Menurutnya, peneliti adalah pihak yang paling memahami substansi riset sekaligus memiliki peluang membangun jejaring kolaborasi dengan peneliti lain.

Dalam sesi presentasi hari pertama, empat peneliti dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) USM turut memaparkan hasil riset mereka.

Prof. Dr. Rohadi mempresentasikan penelitian tentang teh kombucha yang diperkaya ekstrak buah duwet (Java Plum) untuk meningkatkan nilai fungsional sebagai minuman kesehatan.

Baca Juga:  Tim Pakar USM Kaji Inovasi ITB 'Smart Battery Management System'

Sementara itu, Dr. Mita Nurl Azkia memaparkan riset mengenai mi berbahan dasar tepung mocaf (modified cassava flour).

Penelitian lain disampaikan Antonia Nani Cahyanti terkait minuman fungsional hasil fermentasi susu whey menggunakan kultur SCOBY.

Adapun Anisa Rachma Sari mempresentasikan penelitian mengenai karakteristik yogurt berbahan berbagai jenis susu kacang-kacangan.

Selain sesi presentasi, peserta juga mengikuti lokakarya penulisan artikel ilmiah yang menghadirkan sejumlah penulis produktif dengan publikasi internasional bereputasi dan terindeks Scopus maupun Web of Science (WoS).

Beberapa narasumber yang memberikan coaching clinic dalam kegiatan tersebut antara lain Dr. Joko Mariyono, Dr. Ayusta, Dr. Shinta, dan Dr. Albari.***