FE USM Jajaki Kerja Sama dengan Sekolah Vokasi UNDIP untuk Perkuat Kompetensi dan Sertifikasi Mahasiswa

InShot_20260531_092529804
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Fakultas Ekonomi Universitas Semarang (FE USM) melakukan audiensi dengan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang pada 13 Mei 2026 sebagai upaya memperkuat kualitas akademik dan meningkatkan kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara FE USM dan Sekolah Vokasi Undip untuk menciptakan lulusan yang kompeten, memiliki sertifikasi keahlian, serta mampu bersaing di dunia industri yang semakin dinamis.

Delegasi FE USM dipimpin oleh Dekan FE USM Dr. Edy Suryawardana, S.E., M.M. didampingi Wakil Dekan Dr. Adijati Utaminingsih, S.E., M.M., Ketua Program Studi S-1 Manajemen Dr. Asih Niati, S.E., M.M., Sekretaris Program Studi S-1 Manajemen Dr. Teguh Ariefiantoro, S.E., M.M., Ketua Program Studi D-3 Manajemen Perusahaan Anitiyo Soelistiyono, S.E., M.Si., Ph.D., serta Sekretaris Program Studi D-3 Manajemen Perusahaan Adi Widyakto, S.E., M.M.

Baca Juga:  Semarang dan India Pererat Hubungan, Fokus Investasi hingga Budaya

Kedatangan rombongan FE USM disambut Dekan Sekolah Vokasi Undip Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si. bersama jajaran pimpinan di Ruang Sidang Dekanat Lantai 4 Sekolah Vokasi Undip.

Dalam audiensi tersebut, kedua institusi membahas sejumlah peluang kerja sama strategis, di antaranya rencana pembukaan Program Studi Diploma Empat (D-4), pengembangan program pelatihan dan sertifikasi kompetensi, serta berbagai bentuk kolaborasi akademik yang dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi.

Dekan FE USM, Dr. Edy Suryawardana, mengatakan bahwa penguatan kerja sama dengan Sekolah Vokasi Undip merupakan bagian dari komitmen fakultas untuk menghadirkan sistem pembelajaran yang relevan dengan perkembangan industri dan kebutuhan pasar kerja.

Baca Juga:  Polrestabes Semarang Kawal Demonstrasi Mahasiswa Dengan Humanis

“Dalam diskusi, kami membahas berbagai peluang terkait pembukaan Program Studi D-4, kolaborasi program pelatihan dan sertifikasi kompetensi, serta penguatan praktik pembelajaran yang dapat mendukung peningkatan kualitas lulusan,” ujarnya.

Selain itu, pembahasan juga mencakup pengembangan program magang mahasiswa, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan kompetensi dan sertifikasi bagi dosen maupun mahasiswa yang nantinya terlibat dalam pengembangan Program Studi D-4.

Menurut Edy, dunia kerja saat ini tidak hanya menuntut lulusan yang menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan pengakuan kompetensi melalui sertifikasi profesi.

Baca Juga:  PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL untuk Konservasi Daerah Tangkapan Air di Salatiga

“Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya kami menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan sertifikasi yang dibutuhkan industri. Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali teori, tetapi juga harus memiliki kompetensi yang terukur dan tersertifikasi setelah menyelesaikan studinya,” katanya.

Ia menambahkan, audiensi tersebut menunjukkan keseriusan FE USM dalam memperluas jejaring kemitraan dengan institusi pendidikan tinggi yang memiliki pengalaman kuat di bidang pendidikan vokasi.

Melalui sinergi tersebut, FE USM berharap dapat memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan daya saing lulusan, serta menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.***(bgy)