Setahun Setelah Electrifying Marine, Petani Tambak Pati Rasakan Efisiensi dan Produktivitas yang Lebih Baik

WhatsApp Image 2026-06-09 at 11.15.36 (1)
Bagikan:

PATI (Harianterkini.id) – Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Electrifying Marine yang dijalankan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, terus menunjukkan dampak positif bagi masyarakat.

Setelah menerima bantuan peralatan berbasis listrik dan pelatihan pada tahun 2025, kini para petani tambak mulai merasakan manfaat nyata dari transformasi teknologi yang diterapkan dalam aktivitas budidaya mereka.

Perkembangan paling signifikan terlihat dari semakin tingginya penggunaan peralatan berbasis listrik di kalangan petani tambak.

Jika sebelumnya sebagian besar aktivitas budidaya masih mengandalkan peralatan konvensional berbahan bakar minyak (BBM), saat ini hampir seluruh petani tambak telah beralih menggunakan peralatan listrik, terutama kincir listrik yang menjadi salah satu sarana utama dalam pengelolaan tambak.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Jawa Bagian Tengah, Kishartanto Purnomo Putro, mengatakan bahwa perubahan tersebut menunjukkan bagaimana pemanfaatan energi listrik dapat menjadi pendorong produktivitas sekaligus meningkatkan efisiensi usaha masyarakat.

Baca Juga:  Komitmen Semakin Melayani pada HUT ke-80, KAI Siapkan Berbagai Promo Tiket Kereta

“Program Electrifying Marine tidak hanya bertujuan menghadirkan bantuan peralatan, tetapi juga mendorong perubahan cara kerja yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Kami bersyukur melihat bahwa masyarakat dapat memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan baik, bahkan kini hampir seluruh aktivitas budidaya tambak sudah memanfaatkan peralatan berbasis listrik. Ini menunjukkan bahwa energi listrik mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi sektor produktif masyarakat,” kata Kishartanto.

Menurut para petani tambak, penggunaan kincir listrik memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap biaya operasional usaha mereka. Dibandingkan menggunakan kincir berbahan bakar minyak, penggunaan kincir listrik mampu menghemat biaya operasional hingga sekitar 70 persen.

Selain lebih hemat, peralatan listrik juga dinilai lebih praktis dan efisien dalam penggunaannya. Para petani mengakui bahwa peralatan berbasis listrik memiliki kinerja yang lebih cepat, mudah dioperasikan, serta membutuhkan perawatan yang lebih sederhana dibandingkan peralatan konvensional.

Baca Juga:  Peringati Hari Kartini, AXA Mandiri Dorong Kesehatan Ibu dan Anak Lewat Aksi Nyata

Perangkat Desa Bulumanis Kidul, Suparlan, mengungkapkan bahwa bantuan PLN telah membawa perubahan besar dalam aktivitas budidaya tambak yang dijalankan masyarakat.

“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dari PLN dengan peralatan-peralatan seperti kincir listrik, itu sangat membantu sekali untuk petani tambak di Desa Bulumanis Kidul. Itu kalau dulu pakai peralatan yang pakai solar itu biaya operasionalnya bisa Rp 1 juta, kalau sekarang bisa sekitar Rp 300 ribu-an. Harapannya ke depan, mohon PLN peduli dengan kita sebagai amsyarakat kecil. Dengan bantuan ini, sangat membantu sekali,” kata Suparlan.

Ia menambahkan bahwa kehadiran listrik juga memberikan kemudahan saat proses panen berlangsung pada malam hari.

“Dulu kami sering menghadapi keterbatasan saat panen, terutama untuk pengoperasian alat sedot dan aktivitas di malam hari. Sekarang semuanya lebih mudah karena sudah didukung listrik. Saat panen malam, penerangan juga tersedia sehingga pekerjaan bisa dilakukan dengan lebih aman dan efektif. Kami sangat berterima kasih kepada PLN atas bantuan dan pendampingan yang telah diberikan.”

Baca Juga:  Kunjungi Sido Muncul, Mahasiswa FK Unnes Didorong Jadi Dokter yang Melek Herbal dan Riset

Keberhasilan program Electrifying Marine di Desa Bulumanis Kidul menjadi salah satu bukti bahwa pemanfaatan energi listrik tidak hanya meningkatkan efisiensi usaha masyarakat, tetapi juga mampu mendorong modernisasi sektor perikanan dan budidaya tambak.
Melalui program ini, PLN tidak hanya menghadirkan listrik sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai penggerak produktivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sejalan dengan komitmennya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), PLN akan terus mendorong program-program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan, peningkatan produktivitas, serta penguatan ekonomi lokal melalui pemanfaatan energi listrik yang lebih luas dan produktif.***