Kementerian UMKM Dorong Transformasi Digital dan Penguatan Rantai Pasok Lewat Workshop UMKM Cerdas Digital di Pekalongan
PEKALONGAN, (Harianterkini.id) – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia bersama Pemerintah Kota Pekalongan terus memperkuat daya saing pelaku usaha melalui akselerasi transformasi digital dan penguatan rantai pasok nasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Workshop UMKM Cerdas Digital yang menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Pekan Kreatif Nusantara (PKN) 2026, yang digelar di Panggung Utama PKN, Kawasan Wisata Budaya Jetayu, Kota Pekalongan, Jumat, 19 Juni 2026, pagi.
Workshop yang mengusung tema “Penguatan Rantai Pasok UMKM” tersebut diikuti ratusan pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner, kriya, fesyen, hingga ekonomi kreatif berbasis digital.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas melalui pemahaman pemasaran digital, pemanfaatan teknologi, penguatan model bisnis, serta perluasan kemitraan dengan industri besar agar mampu bersaing di era ekonomi digital yang semakin kompetitif.
Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Pekalongan Hj. Balqis Diab, serta dihadiri Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Pekalongan Nugroho Hepi Kuncoro.
Hadir sebagai narasumber yakni Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pemasaran serta Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM RI Bonny Suganda, Kepala Bidang Rantai Pasok Usaha Menengah Kementerian UMKM RI Astri Harni Tresnasari, serta Victorianus Aries Siswantoro, M.Si. dari IWIMA Kota Pekalongan yang juga Kepala Career Center dan fotografer profesional.
Usai kegiatan, Wakil Wali Kota Pekalongan Hj. Balqis Diab menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian UMKM RI yang telah mempercayakan Kota Pekalongan sebagai tuan rumah kegiatan peningkatan kapasitas pelaku usaha tersebut.
“Pada hari ini ada Workshop UMKM Cerdas Digital, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian UMKM yang telah memberikan kepercayaannya kepada Kota Pekalongan untuk menghadirkan pelatihan yang luar biasa bagi UMKM,” ujar Balqis kepada wartawan Harianterkini.id.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi kebutuhan penting bagi pelaku UMKM dalam menghadapi perubahan zaman, khususnya dalam penguasaan digital marketing dan perluasan pasar.
“Ini merupakan kebutuhan prioritas bagi UMKM untuk terus meningkatkan kompetensinya agar mereka bisa masuk ke digital marketing dan produknya semakin dikenal luas,” tambahnya.
Balqis juga menekankan pentingnya memanfaatkan momentum workshop secara maksimal.
“Harapan kami, peserta tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi benar-benar memanfaatkan kesempatan emas ini dengan baik. Narasumber yang hadir ini sangat kompeten, sehingga ilmu yang didapat bisa diterapkan untuk menjadikan UMKM yang handal dan cerdas digital,” tegasnya.
Terkait kehadiran para narasumber, ia mengaku sangat mengapresiasi.
“Kami sangat bangga karena dihadiri narasumber yang tidak kaleng-kaleng, yang memang ahli di bidangnya dan memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi UMKM,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung kondisi ekonomi yang masih dinamis, sehingga UMKM harus menjadi penopang utama perekonomian daerah.
“Di tengah kondisi ekonomi yang masih fluktuatif, kami berharap UMKM tetap menjadi sektor yang kuat, mampu menopang ekonomi Kota Pekalongan, serta menjaga roda ekonomi tetap berputar dan stabil,” pungkasnya.
Digitalisasi UMKM adalah Kebutuhan Mendesak
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pemasaran serta Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM RI, Bonny Suganda, menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar bagi pelaku UMKM.
Menurutnya, perubahan perilaku konsumen yang kini serba digital menuntut pelaku usaha untuk beradaptasi dengan cepat.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Pelaku UMKM harus mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari strategi bisnisnya,” ujar Bonny.
Ia menjelaskan bahwa digitalisasi mencakup banyak aspek, mulai dari pemasaran digital, pembayaran non-tunai, pengelolaan pelanggan, pencatatan keuangan, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
“Mulai dari pemasaran, pembayaran digital, pengelolaan pelanggan, pencatatan keuangan, hingga pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha,” jelasnya.
Bonny menegaskan bahwa pemerintah saat ini tengah membangun ekosistem digital UMKM melalui berbagai program, seperti onboarding marketplace, QRIS, pelatihan digitalisasi, penguatan branding, hingga promosi digital.
“Target kami bukan hanya membawa UMKM masuk ke platform digital, tetapi memastikan mereka mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan daya saing,” katanya.
Ia juga mengingatkan tantangan yang dihadapi UMKM, seperti rendahnya literasi digital dan ketatnya persaingan pasar digital.
“UMKM tidak cukup hanya punya produk bagus, tetapi juga harus memahami strategi pemasaran digital, membangun merek, serta membaca data pasar,” tegasnya.
Holding UMKM untuk Integrasi Rantai Pasok
Sementara itu, Astri Harni Tresnasari, Kepala Bidang Rantai Pasok Usaha Menengah Kementerian UMKM RI, memaparkan strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem usaha melalui konsep Holding UMKM berbasis klaster.
“Holding UMKM dibangun agar usaha mikro tidak berjalan sendiri. Usaha menengah menjadi penggerak yang mengintegrasikan UMKM ke dalam rantai pasok industri,” jelas Astri.
Ia menjelaskan bahwa dalam konsep ini, usaha menengah berperan sebagai anchor yang menjalankan fungsi inkubator, agregator, distributor, sekaligus fasilitator pembiayaan.
“UMKM akan mendapatkan pendampingan, peningkatan kapasitas, standardisasi produk, hingga akses pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Astri menyebutkan empat manfaat utama Holding UMKM, yakni peningkatan skala ekonomi, penguatan ketahanan usaha, peningkatan daya saing global, serta perluasan akses pembiayaan.
“Holding UMKM bukan sekadar konsep kemitraan, tetapi strategi membangun ekosistem usaha yang saling menguatkan,” tegasnya.
AI dan ChatGPT Jadi Kunci UMKM Naik Kelas
Narasumber ketiga, yakni Victorianus Aries Siswantoro, M.Si., dosen IWIMA Kota Pekalongan yang juga Kepala Career Center sekaligus fotografer profesional, menyoroti pentingnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan teknologi ChatGPT dalam pengembangan UMKM di era digital.
Menurutnya, UMKM saat ini harus mulai beralih dari cara konvensional menuju pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi dan kreativitas usaha.
“AI dan ChatGPT bukan lagi teknologi masa depan, tetapi sudah menjadi alat kerja hari ini yang bisa langsung dimanfaatkan oleh pelaku UMKM,” ujar Victorianus.
Ia menjelaskan bahwa AI dapat membantu UMKM dalam berbagai aspek, mulai dari pembuatan konten promosi, desain branding, penulisan deskripsi produk, hingga strategi pemasaran digital yang lebih efektif dan cepat.
“Dengan ChatGPT misalnya, pelaku UMKM bisa membuat caption promosi, ide konten media sosial, bahkan strategi pemasaran tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk tim kreatif,” jelasnya.
Selain itu, AI juga dapat membantu dalam analisis tren pasar, memahami perilaku konsumen, serta memberikan rekomendasi strategi bisnis berbasis data.
“UMKM tidak boleh takut dengan teknologi. Justru AI harus menjadi teman kerja yang membantu mereka lebih produktif dan kompetitif,” tegasnya.
Victorianus juga menekankan pentingnya literasi digital dan kreativitas dalam memanfaatkan teknologi.
“Yang paling penting bukan hanya menguasai teknologinya, tetapi bagaimana UMKM mampu berpikir kreatif dan adaptif dalam menggunakannya untuk pengembangan usaha,” tambahnya.
Ia berharap pelaku UMKM di Kota Pekalongan dapat menjadi pionir dalam pemanfaatan AI di sektor usaha mikro dan kreatif.
“Kalau UMKM Pekalongan bisa cepat beradaptasi dengan AI, maka mereka tidak hanya bersaing di tingkat lokal, tetapi juga nasional bahkan global,” pungkasnya.
Diketahui bahwa Kegiatan Workshop UMKM Cerdas Digital ini juga dipandu oleh moderator Aziz Mahendra yang mengarahkan jalannya diskusi agar interaktif dan mudah dipahami peserta.
Melalui kegiatan ini, Kementerian UMKM RI berharap pelaku usaha di Kota Pekalongan tidak hanya memahami pentingnya digitalisasi, tetapi juga mampu membangun kolaborasi dalam rantai pasok, serta memanfaatkan teknologi seperti AI untuk mempercepat pertumbuhan usaha.
Workshop ini menjadi bagian dari rangkaian Pekan Kreatif Nusantara 2026 yang berlangsung pada 18-21 Juni 2026, dengan berbagai agenda seperti pameran produk unggulan UMKM, promosi ekonomi kreatif, business matching, hingga penguatan ekosistem industri kreatif daerah.***
