Universitas Semarang Perkuat Jejaring Global, Gabung Aliansi Pendidikan Sepanjang Hayat China–ASEAN

InShot_20260806_081344280
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Universitas Semarang (USM) memperkuat kiprahnya di tingkat internasional dengan bergabung dalam Aliansi Kerja Sama Pendidikan Sepanjang Hayat China–ASEAN (China–ASEAN Lifelong Education Cooperation Alliance).

Keterlibatan tersebut ditandai dengan partisipasi aktif USM dalam deklarasi pembentukan aliansi pada Forum Internasional Pertama bertajuk Empowering Digital Intelligence for Lifelong Learning—Building a New Ecosystem of Lifelong Learning for Humanity di Guizhou, China, Kamis (30/7/2026).

Melalui forum tersebut, USM menjadi salah satu wakil strategis perguruan tinggi Indonesia yang turut berkomitmen membangun kolaborasi pendidikan lintas negara bersama berbagai institusi pendidikan dari kawasan ASEAN dan Tiongkok.

Dalam forum internasional itu, USM bergabung dengan Guizhou Open University sebagai tuan rumah sekaligus sekretariat aliansi, bersama sejumlah perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dari Laos, Kamboja, Vietnam, Australia, serta puluhan universitas terbuka terkemuka di China.

Baca Juga:  Dorong Pertumbuhan Investasi, Presiden Jokowi Minta Perizinan Dipermudah

Pembentukan aliansi ditandai dengan penekanan tombol secara bersama oleh seluruh perwakilan institusi sebagai simbol dimulainya era baru kerja sama pendidikan sepanjang hayat antara China dan negara-negara ASEAN.

Aliansi tersebut menjadi platform kolaborasi permanen pertama yang menghubungkan China dan ASEAN dalam bidang pendidikan sepanjang hayat (lifelong education).

Seluruh anggota sepakat mengembangkan empat fokus utama, yakni pertukaran model pembelajaran inovatif, berbagi sumber daya pembelajaran digital, penyelarasan standar pengajaran internasional, serta penguatan riset bersama mengenai pengembangan pendidikan berkelanjutan di era digital.

Rektor USM, Dr. Supari, S.T., M.T., mengatakan, keikutsertaan USM dalam aliansi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat peran kampus dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi.

Baca Juga:  Dosen USM Perkuat Jejaring Akademik Global Lewat Forum Internasional di Thailand

“Di era konektivitas dan digitalisasi saat ini, pendidikan sepanjang hayat berbasis teknologi cerdas bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendasar untuk membangun sumber daya manusia yang adaptif,” ujarnya.

Menurutnya, USM berkomitmen tidak hanya menjadi anggota aktif, tetapi juga berperan dalam mengintegrasikan sumber daya digital, menyelaraskan mutu pembelajaran dengan standar global, serta membuka peluang kolaborasi riset bagi dosen dan mahasiswa.

“USM berkomitmen penuh untuk tidak hanya menjadi peserta aktif, tetapi juga pendorong utama yang siap mengintegrasikan sumber daya digital, menyelaraskan mutu pengajaran dengan standar global, serta membuka ruang kolaborasi riset yang seluas-luasnya bagi dosen dan mahasiswa guna menghadirkan akses pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Sebagai tindak lanjut dari deklarasi tersebut, USM telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.

Baca Juga:  Rektor Universitas Semarang Open Berjalan Sukses, Inilah Para Juaranya

Di antaranya mempercepat penerapan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan platform digital terintegrasi untuk memperluas akses pendidikan tanpa batas ruang dan waktu.

Selain itu, USM juga akan memperkuat riset kolaboratif internasional, menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri global, memperluas program mobilitas akademik internasional, serta mengembangkan program pengabdian kepada masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Dr. Supari menegaskan, keikutsertaan USM dalam Aliansi Pendidikan Sepanjang Hayat China–ASEAN menjadi tonggak penting dalam perjalanan internasionalisasi kampus.

“Melalui keterlibatan aktif dalam Aliansi Pendidikan Sepanjang Hayat China–ASEAN ini, Universitas Semarang kembali mengukuhkan perannya tidak hanya sebagai perguruan tinggi unggulan di tingkat nasional, tetapi juga sebagai penggerak kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan global yang inklusif, berbasis digital, dan berorientasi pada masa depan,” pungkasnya.***(bgy)