Tembus Rp150 Triliun, Kemenkeu Naikan Target Penerbitan Surat Berharga Negara

JAKARTA (Harianterkini.id) – Kementerian Keuangan (Keuangan) menaikkan target penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel sebesar Rp150 triliun pada tahun 2023.

Kenaikan penerbitan SBN ritel itu dilakukan melalui seri Obligasi Negara Ritel (ORI), Sukuk Negara Ritel (SR), Savings Bond Ritel (SBR), dan Sukuk Tabungan (ST), dan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS).

Direktur Surat Utang Negara (SUN) DJPPR Kemenkeu, Deni Ridwan mengatakan kenaikan penerbitan tersebut dilakukan sesuai arahan Menkeu Sri Mulyani. Ia menyebut Sri Mulyani ingin memberikan kesempatan pada investor untuk berinvestasi pada SBN ritel.

“Makanya alokasi untuk SBN ritel tahun ini kami naikkan antara Rp130 triliun sampai Rp150 triliun,” ucap Deni di Jakarta, Rabu (24/5/2023).

Ia menuturkan capaian penerbitan SBN ritel terus meningkat pada 2020, 2021 dan 2022 masing-masing sebesar Rp76 triliun, Rp97 triliun, dan Rp107 triliun.

Pada 2022, Kemenkeu berhasil menerbitkan SBN ritel sebesar Rp107 triliun yang dapat menjangkau lebih dari 186 ribu investor. Menurut Deni, hal ini menunjukkan SBN ritel terus mendapatkan sambutan dan antusiasme yang baik dari masyarakat secara luas.

Sebelumnya, mengawali penerbitan SBN Ritel 2023, pemerintah mulai menawarkan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR012-T2 dan SBR012-T4 (dual tranches) dengan total target awal Rp10 triliun.

SBR012-T2 memiliki tenor 2 tahun kupon 6,15 persen, dan SBR012-T4 tenor 4 tahun kupon 6,35 persen, dengan waktu penawaran mulai pada 19 Januari sampai dengan 9 Februari 2023 lalu.

About Author