Wujudkan Semarang Bersih, Wali Kota Semarang Luncurkan Program Zero Waste

InShot_20250508_105734370
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Menguatkan komitmennya dalam upaya mewujudkan Semarang bersih, Wali kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M.  meluncurkan program Zero Waste berbasis masyarakat yang bertujuan mendorong gerakan pilah olah sampah dari sumber pada Sabtu, 3 Mei 2025.

Diketahui bahwa Hutan Kota Krobokan menjadi lokasi yang dipilih sebagai lokasi percontohan karena letaknya strategis dan komunitasnya aktif.

“Seperti kata pepatah : ‘Bumi bukan warisan dari nenek moyang, melainkan titipan untuk anak cucu’ Supaya saat kita sudah tidak ada di bumi ini (meninggal) anak cucu kita masih bisa menikmati bumi sama seperti kita,” kata Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu.

“Jadi kalau bumi itu rusak berarti kita yang merusak karena kita menerima dalam keadaan baik,” imbuhnya.

‘Satukan Langkah Selamatkan Bumi’ menjadi tema yang diusung dalam Program Zero Waste Hutan Kota Krobokan Berbasis Masyarakat.

Baca Juga:  Meutya Hafid Siap Buka Pintu Kantor Kemkomdigi untuk Penyelidikan Judi Online

Kegiatan ini juga sejalan dengan salah satu program prioritas 100 hari Wali Kota Semarang yaitu Semarang Bersih.

“Kalau kita mau merubah sebuah budaya (menerapkan zero waste) maka tidak bisa dilakukan serta merta tetapi harus sedikit demi sedikit. Pola perilaku penanganan sampah dimulai dari titik yang paling kecil yaitu saya (diri sendiri), baru keluarga dan seterusnya,” Jelasnya.

Peluncuran program zero waste ini mendapat tanggapan antusias dari warga Kelurahan Krobokan.

Warga merasa senang atas penunjukan Hutan Kota Krobokan sebagai lokasi percontohan.

Selain edukasi pilah sampah, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penanaman bibit pohon dan penyaluran bantuan CSR dari berbagai perusahaan.

“Kami minta hutan kota ini dijaga dengan penanaman supaya hutan kota ini menjadi suatu berkah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Wali Kota Semarang Komitmen Jaga Ketahanan Pangan Lewat GPM

“Boleh dibuat (venue) kegiatan, dan harus, tapi dirawat bersama-sama jangan mengandalkan tenaga dari pemerintah kota karena ternyata secara anggaran itu sulit. Bersama-sama kita selesaikan, kita bersihkan hutan kota di Kelurahan Krobokan ini,” terang Agustina.

Adapun bantuan CSR yang disalurkan antara lain 2 unit becak sampah dari Hotel Grand Edge, 25 unit tong sampah pilah dua dari United Tractors, dan 50 unit tong sampah portable dari PT Bumi Palapa.

Tak hanya itu, ada juga 10 unit tong sampah portable dari PT Hino Cemaco, dan penyerahan masing-masing 2 unit dropbox B3 dari 8 perusahaan lainnya (seperti PT Arah Environmental Indonesia, PT Wastec International, dll).

Sementara itu, Wardoyo, Ketua LPMK Kelurahan Krobokan mengucapkan terimakasih kepada pihak yang terlibat, khususnya kepada Ibu Wali Kota Semarang yang sudah mendukung kegiatan zero waste di Kelurahan Krobokan.

Baca Juga:  Gandeng BRIN, Mbak Ita Dorong Petani Gunakan Teknologi TSS Bisa Hemat Modal dan Hasilkan 20 Ton Per Hektar

“Kami ucapkan terimakasih dan Dengan menanam pohon dan bantuan CSR, baik itu becak sampah maupun pengadaan tempat-tempat sampah, ini sangat bermanfaat sekali,” ujar Wardoyo.

“Sehingga membuat warga Krobogan menjadi semangat untuk mewujudkan zero waste ini,” imbuhnya.

Selain Wardoyo, Tutus Irawan ketua RT 12 Kelurahan Krobokan juga mengatakan bahwa dalam program zero waste ini, pihaknya bersama warga, memanage sampah dari rumah masing-masing sehingga jumlah sampah yang dibuang akan semakin diperkecil.

“Jadi di tempat pembuangan tidak (cepat) meluap-luap. Semoga Ibu wali kota terus mendukung program zero waste ini,” tandas Tutus Irawan ketua RT 12 Kelurahan Krobokan itu.***

Sumber : Humas Pemkot Semarang

Ket. Foto : Humas Pemkot Semarang