Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Seorang Nenek Bernama Wakijem yang Hilang di Hutan Kalialang

InShot_20260105_170004303
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Basarnas Kota Semarang beserta Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Wakijem, seorang nenek berusia 84 tahun warga Kalialang Baru, RT 11/RW 07, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya.

Survivor diduga hilang di sekitar hutan Kalialang yang berada tak jauh dari rumahnya. Sang nenek diketahui meninggalkan rumah tanpa pamit pada hari Sabtu, 3 Januari 2026 menjelang pagi sekira pukul 05.00 WIB.

Kejadian tersebut kemudian pada hari Minggu, 4 Januari 2026, pukul 14.50 WIB baru dilaporkan ke Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang (Basarnas Semarang) untuk dilakukan pencarian.

“Menjelang sore kami menerima laporan adanya seorang nenek yang hilang di desa Sukorejo dan langsung kami berangkatkan satu tim untuk melakukan operasi SAR,” kata Budiono, Kepala Kantor Basarnas Semarang.

Baca Juga:  Bulutangkis Indonesia Raih Emas Pertama di ASEAN Para Games 2023

Masih berdasarkan keterangan dari Budiono, sang nenek sebenarnya sudah terbiasa keluar rumah tanpa pamit namun hanya dua hari, esok paginya sudah kembali ke rumah, namun kali ini hingga menjelang sore sang nenek belum juga tampak di rumah.

“Sudah 5 kali dan ini kali ke 6 nenek Wakijem hilang. Biasanya Cuma satu malam dan sudah kembali ke rumah, namun hingga menjelang sore nenek Wakijem belum juga pulang sehingga keluarga berinisiatif mencari sang nenek namun tidak membuahkan hasil,” ujarnya.

Baca Juga:  Hindari Calo, ASDP Umumkan Pembelian Tiket Hanya Bisa Online Ketika Mudik Lebaran

“Sehingga keluarga membuat laporan kehilangan ke Kepolisian dan juga meminta bantuan Basarnas dan tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian,” imbuhnya.

Pencarian pun di gelar oleh Basarnas dan tim SAR gabungan pada minggu sore, namun hingga matahari terbenam, keberadaannya belum juga diketahui.

Medan hutan Kalialang yang cukup terjal, tidak adanya saksi yang melihat kali terakhir sang nenek dan juga cuaca yang tidak menentu menjadi hambatan tersendiri.

Di hari kedua usaha pencarian tim SAR, akhirnya keberadaan sang nenek yang harus menggunakan tongkat untuk berjalan tersebut membuahkan hasil.

Sekira pukul 13.46 WIB survivor berhasil ditemukan selamat namun dalam kondisi kelelahan, lemas dan juga kelaparan setelah 3 hari tidak makan.

Baca Juga:  Universitas Semarang Sukses Menggelar  Gelar Campus Hiring 2025

Survivor yang juga punya riwayat pikun tersebut diduga hilang arah hingga akhirnya tersesat dan keluar jalur pulang. Merasa kelelahan, sang nenek memutuskan untuk berhenti istirahat.

“Alhamdulillah tim gabungan berhasil menemukan sang nenek dalam kondisi selamat, namun beliau terserang hipotermia ringan setelah kehujanan dihutan tadi malam,” ungkapnya.

“Sudah diberi minuman saat ditemukan dan Saat ini sudah dibawa ke pihak medis untuk penanganan lebih lanjut. Terimakasih atas usaha tim SAR gabungan sehingga sang nenek berhasil ditemukan dalam keadaan selamat,” pungkas budiono.***