Wali Kota Semarang Ambil Peran Sebagai Tokoh Sang Hyang Wenang di Acara Pagelaran Wayang Orang om The Street

InShot_20250916_012436861
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pagelaran Wayang Orang on The Street yang mengangkat lakon “Sang Pinilih” berlangsung meriah di kawasan Kota Lama Semarang, tepatnya di persimpangan Sayangan, Minggu, 14 September 2025 malam lalu.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti bahkan turut serta mengambil peran sebagai tokoh Sang Hyang Wenang, bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan beragam peran dalam pagelaran tersebut.

Bekerja sama dengan Perkumpulan Wayang Orang Ngesti Pandowo Semarang, pagelaran Wayang Orang on The Street itu turut memeriahkan rangkaian Festival Kota Lama Semarang.

Lakon “Sang Pinilih” menceritakan tentang prajurit putri bernama Srikandi yang sangat terkenal dalam pewayangan tak gentar menghadapi peperangan melawan barisan pasukan Kurawa.

Bahkan, dalam peperangan yang dinamakan Kurusetra itu, Srikandi berhasil membunuh Bisma dengan bersenjatakan busur dan panah saktinya.

Baca Juga:  Hotel Rooms Inc Semarang Launching Paket Menu Berbuka Puasa Dengan Harga dan Promo Menarik

Agustina yang ditemui wartawan usai tampil mengaku awalnya sempat agak grogi, sebab tidak menguasai bahasa Jawa halus yang biasa untuk pakem pewayangan.

“Untung teman-teman semuanya membantu. Dan yang membuat tadi suasana cair karena kami diizinkan berinteraksi dengan penonton. Terus, boleh pakai bahasa Indonesia,” kata Agustina.

Yang pasti, ia berharap pesan yang diangkat dalam lakon pewayangan tersebut tersampaikan dengan baik, dan semakin meningkatkan kecintaan terhadap seni wayang orang, khususnya untuk anak-anak muda.

Menurutnya pagelaran Wayang Orang on The Street di Kota Lama itu menjadi awalan untuk mendukung agar kesenian wayang orang yang salah satunya besar di Semarang dengan Ngesti Pandowo bisa bangkit kembali.

Baca Juga:  Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an Gelar Rakerda, Untuk Perkuat Konsolidasi Internal

“Wayang Orang on The Street ini akan menjadi take off nya. Pemerintah Kota Semarang akan mendukung wayang orang untuk bisa bangkit kembali, salah satunya tadi ada janji dari para pemain wayang untuk bisa lebih sering membuat ‘perform’ di titik-titik mana pun,” ucapnya.

Ia mencontohkan pertunjukan seni budaya di Bali sehingga berharap pergelaran wayang di Semarang menjadi pertunjukan yang gampang dicari dengan berbagai lakon yang disukai oleh penonton.

Selain itu, Agustina juga mengatakan bahwa Pemerintah Kota Semarang juga berencana untuk memberikan bantuan berupa perangkat pakaian atau kostum wayang kepada semua sanggar wayang di Kota Semarang pada 2026.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin menambahkan bahwa wayang orang bukan sekadar pertunjukan seni tradisional, melainkan juga sarana penting dalam pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa.

Baca Juga:  Gelaran Internasional KTT WWF Ke-10 di Bali Selesai, PLN Sukses Kawal Kelistrikan Tanpa Kedip

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya Wayang Orang on the Street. Pagelaran ini tidak saja sebagai upaya pelestarian budaya, tetapi juga sebagai episode untuk mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai moral kepada tiap generasi,” kata Iswar.

Turut hadir pada pagelaran itu, antara lain anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Samuel Wattimena yang berkesempatan membacakan puisi sebelum pertunjukan wayang orang tampil.

Samuel yang juga dikenal sebagai desainer tersebut membacakan puisi berjudul “Puisi Pembuka”, dilanjutkan menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka” bersama sejumlah guru besar yang hadir, dan lagu “Bersuka Ria” karya Bung Karno.***

Sumber Berita : Humas Pemkot Semarang