Pemerintah Kota Semarang Gerak Cepat Tangani Bencana

InShot_20250919_203209626
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang gerak cepat (gercep) tangani bencana akibat hujan lebat yang terjadi beberapa hari lalu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang melaporkan telah terjadi tiga bencana alam berbeda dalam kurun waktu dua hari terakhir.

Bencana ini meliputi tanah ambles, tanah longsor, dan angin puting beliung. Namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian bencana alam tersebut.

“Hujan lebat ini rawan terjadi bencana. Kami terus memantau situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan penanganan berjalan cepat,” kata Wali kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, belum lama ini.

Seperti diketahui pada Selasa, 16 September 2025, sekitar pukul 16.00 WIB, tanah ambles terjadi di Jalan Ringen Telu, Kelurahan Kalipancur, Ngaliyan.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN MBKM USM Gelar Workshop Budi Daya Maggot BSF

Kejadian ini dipicu oleh hujan deras yang turun terus-menerus sejak Kamis, 11 September 2025.

Pada waktu yang bersamaan, bencana tanah longsor dilaporkan terjadi di Jalan Sri Rejeki Timur, Kelurahan Gisikdrono.

Setidaknya 3 (tiga) rumah warga atas nama Ida, Sutono, dan Rahmat terdampak. Hujan deras mengakibatkan longsor di bagian kamar dan dapur dua rumah milik Sutono dan Rahmat.

Sebelum dua kejadian di atas, angin puting beliung telah melanda Jalan Sedompyong 5, Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur pada Senin, 15 September 2025.

Hujan deras disertai angin kencang menghempaskan atap tiga rumah warga atas nama Sugeng, Sintoro (dikontrak oleh Suparman) dan Dwi Wahyuni.

Baca Juga:  Tim Tenis Meja Universitas Semarang Tanding Persahabatan dengan UPGRIS

Menanggapi laporan ini, tim dari BPBD Kota Semarang bersama pihak terkait telah mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen dan pendokumentasian.

BPBD juga terus melakukan kegiatan rutin seperti administrasi, monitoring, dan koordinasi dengan instansi terkait.

Menurut prakiraan BMKG, Kota Semarang akan mengalami hujan ringan. BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Harap kenali dan identifikasi daerah rawan bencana lalu segera berkoordinasi dengan pihak terkait seperti RT/RW, kelurahan, dan kecamatan.

Selain itu, warga yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor diimbau untuk selalu waspada, serta berhati-hati terhadap risiko pohon atau baliho tumbang saat terjadi hujan dan angin kencang.

Baca Juga:  KPK Dampingi Wali Kota Semarang, Gerak Cepat Lakukan Pembenahan Internal Pemerintah Kota

Untuk informasi dan pelaporan darurat, masyarakat dapat menghubungi Call Center BPBD di nomor (024) 6730212 atau WhatsApp di 08122010051.

Agustina berterima kasih kepada seluruh jajaran yang sigap merespon laporan warga.

Dirinya berpesan agar seluruh pihak berkoordinasi dan memastikan warga yang terdampak mendapatkan bantuan yang diperlukan.

“Apresiasi kepada teman-teman BPBD, Babinsa, pihak kelurahan dan camat atas kerja kerasnya. Terima kasih juga kepada RT/RW dan warga masyarakat yang sudah inisiatif melapor kepada kami. Mudah-mudahan semua segera membaik,” ungkapnya.***

Sumber Berita : Humas Pemkot Semarang