Mahasiswa Ilmu Komunikasi FTIK USM Gelar Kampanye Budaya Batik di TK Islam Sabila Semarang

InShot_20260602_001117695
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) menggelar kampanye budaya batik bertajuk “Rona Karya” di TK Islam Sabila, Semarang, belum lama ini.

Kegiatan yang didampingi dosen pembimbing Ayang Fitrianti, S.S., M.I.Kom. tersebut diwujudkan melalui lomba mewarnai motif batik yang diikuti 51 siswa dari TK A dan TK B.

Ketua panitia Kampanye Budaya Rona Karya, Karyn Randynata, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan budaya Indonesia kepada anak-anak sejak usia dini melalui aktivitas yang kreatif, edukatif, dan menyenangkan.

Baca Juga:  Ingin Perkuat Solidaritas Antar Umat Beragama, Wali Kota Semarang Sambangi Tokoh Nasrani Jelang Natal

“Kami memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengeksplorasi warna dan menuangkan kreativitas mereka pada berbagai motif batik yang telah disiapkan panitia,” ujarnya.

Menurut Karyn, pendekatan yang menyenangkan menjadi salah satu cara efektif untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa kepada generasi muda sejak usia dini.

Sementara itu, Kepala TK Islam Sabila, Rismi Andhini, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pengenalan budaya lokal kepada anak-anak merupakan bagian penting dalam membangun rasa cinta tanah air serta memperkuat identitas budaya bangsa.

“Anak-anak sangat bersemangat dari awal hingga akhir acara. Mereka bebas mengekspresikan warna pada motif batik sesuai dengan imajinasi mereka. Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu mengenalkan budaya Indonesia dengan cara yang menyenangkan,” katanya.

Baca Juga:  Penuhi Kebutuhan Acara, Artotel Yogyakarta Tawarkan Promo Bertajuk ' Table Talk'

Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan batik sebagai warisan budaya bangsa, tetapi juga menanamkan kesadaran kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga dan melestarikan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

“Kami ingin anak-anak mengenal batik sejak dini agar ketika dewasa nanti mereka tetap bangga dan tidak melupakan budaya Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari para guru yang turut mendampingi siswa selama acara berlangsung.

Baca Juga:  Lunpia Cik Me Me Beri Diskon Khusus di Hari Jadi Kota Semarang ke-476

Selain menjadi sarana edukasi budaya, lomba mewarnai tersebut dinilai mampu melatih kreativitas, keberanian berekspresi, serta meningkatkan rasa percaya diri anak-anak.

Rismi berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan di masa mendatang, tidak hanya melalui lomba mewarnai, tetapi juga dengan praktik membatik secara langsung maupun pengenalan beragam corak batik Nusantara.

“Kami berharap ke depan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan melalui praktik membatik langsung maupun pengenalan berbagai corak batik Nusantara kepada anak-anak,” pungkasnya.***(bgy)