Mahasiswa Teknik Sipil USM Pelajari Proyek Tol Jogja–Solo Melalui Field Trip 2026

InShot_20260609_083948650
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Semarang (USM) menggelar kegiatan Field Trip 2026 ke Proyek Jalan Tol Jogja–Solo, salah satu proyek infrastruktur strategis nasional yang berperan penting dalam pengembangan konektivitas wilayah di Pulau Jawa.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 1 Juni 2026 dengan mengusung tema “Belajar dari Struktur, Berkarya untuk Masa Depan.”

Kegiatan diikuti oleh mahasiswa Program Studi S-1 Teknik Sipil USM dan didampingi oleh Ketua Program Studi S-1 Teknik Sipil, Dr. Dhamang Budi Cahyono, S.T., M.T., IPM., ACPE, bersama dosen Ir. Ngudi Hari Crista, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng. dan Ir. Kukuh Wisnuaji Widiatmoko, S.T., M.T.

Baca Juga:  CitraGrand Semarang Gelar Ramadhan Weekend Market, Perpaduan Hiburan, Olahraga, dan Aksi Sosial

Ketua Program Studi S-1 Teknik Sipil USM, Dr. Dhamang Budi Cahyono, mengatakan bahwa kegiatan field trip merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap penerapan ilmu teknik sipil secara langsung di lapangan.

Menurutnya, melalui kunjungan tersebut mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengamati proses perencanaan, pelaksanaan konstruksi, manajemen proyek, hingga penerapan teknologi yang digunakan dalam pembangunan jalan tol.

Baca Juga:  Pengurus Perkumpulan Olah Raga Tarian Baris Indonesia (POTBI) Jawa Tengah Resmi Dilantik

“Kegiatan field trip merupakan salah satu metode pembelajaran yang efektif untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai dunia konstruksi yang sesungguhnya,” katanya.

“Mahasiswa tidak hanya mempelajari aspek teknis pembangunan infrastruktur, tetapi juga memahami berbagai tantangan serta solusi yang diterapkan dalam pelaksanaan proyek berskala besar,” imbuhnya.

Selama kunjungan, para peserta mendapatkan penjelasan dari pihak pengelola proyek mengenai berbagai tahapan pekerjaan konstruksi, sistem pengendalian mutu, penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta inovasi teknologi yang digunakan dalam pembangunan jalan tol tersebut.

Baca Juga:  Pemerintah Kota Semarang Dorong Penguatan Karakter Siswa Demi Wujudkan Indonesia Emas

Selain itu, mahasiswa juga berkesempatan berdiskusi secara langsung dengan para praktisi dan tenaga ahli yang terlibat dalam proyek, sehingga dapat memperoleh gambaran nyata mengenai dunia kerja di bidang konstruksi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu memperkaya wawasan akademik sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan profesi di bidang teknik sipil pada masa mendatang.***(bgy)