Presiden Jokowi Kaji Plus-Minus Sistem PPDB

fmm
Bagikan:

JAKARTA (Harianterkini.id) – Presiden Joko Widodo tengah mempertimbangkan sejumlah hal terkait penghapusan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi.

Sistem ini sebelumnya mendapat banyak protes karena terindikasi kecurangan.

“(Sedang-red) dipertimbangkan. Akan dicek secara mendalam dulu plus minusnya,” ujar Presiden Jokowi, Kamis (10/8/23).

Baca Juga:  32 KA Berhenti di Jatinegara saat Pelantikan Presiden-Wapres

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendi mengatakan, sistem zonasi lebih bagus dari yang lama. Alasannya, sistem PPDB telah membuat pemerataan sekolah dan pendidikan, sehingga tidak ada kastanisasi sekolah.

Baca Juga:  Green Economy, Waket DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono Dorong Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Lingkungan dan Pertumbuhan Ekonomi

Menurut dia, sebelum ada PPDB Zonasi, kecurangan kerap terjadi. Misalnya seperti pemalsuan nilai hingga jual beli kursi.

“Kebijakan tersebut juga bertujuan mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan. Terkait masalah kecurangan dalam PPDB, menurut saya bukan karena kesalahan sistem,” terang Menteri Muhadjir.

Baca Juga:  Kurasi Musik Semarang Vol. 1 Sukses Digelar, Buka Jalan Musisi Indie ke Industri Nasional

Sebagai antisipasi kecurangan tersebut, Menteri Muhadjir telah memerintahkan pemerintah daerah untuk segera menyusun peraturan. Tujuannya, ketika ada kecurangan terdeteksi, akan ada penindakan yang jelas.